Životne priče

Niko nije ni primećivao maskotu, a kada se završila smena i kada je RADNIK SKINUO MASKU - ljudi nisu mogli da veruju koga vide!

Pandemija je mnogo ljudi ostavila bez prihoda i na ivici egzistencije. Mnogi su ostali bez posla i načina da prehrane porodice, a priča ovog dečaka, čija je porodica u sličnoj situaciji, rasplakala je sve do koih je došla.

17.09.2020. - 14:00h
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

EDISI KEHIDUPAN.... Setiap hari, Rehan harus bangun pagi-pagi betul agar atraksinya bisa disaksikan oleh para pekerja kantoran dan warga disekitar jalan Gatot Subroto... Bagi sebagian orang, atraksi badut jalanan yang disuguhkan Rehan dinilai ampuh untuk mengusir rasa suntuk di tengah padatnya jalan Gatot subroto. Namun, ada beberapa hal penting yang luput dari pikiran mereka. Pertunjukkan yang mereka anggap menarik itu sebetulnya dilakukan oleh anak di bawah umur, bahkan termasuk dalam kategori eksploitasi anak. Menurut pengakuan Rehan, keputusannya menjadi Badut jalanan didasari oleh motif ekonomi agar ia bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibunya yang bekerja serabutan hanya mampu mengumpulkan uang untuk membayar biaya sewa kontrakan. Jika ada rejeki berlebih, uang tersebut sengaja disisihkan untuk biaya sekolahnya. “Uangnya lumayan. Bisa buat beli Nasi bungkus untuk dibawa pulang ke rumah,” tutur Rehan Agar atraksinya menarik perhatian banyak orang, Rehan memperlihatkan jogetan kecilnya. Sementara untuk urusan kostum dan kepala boneka, Rehan mengaku selalu mengganti kostumnya setiap hari. Sang penyedia kostum juga menyediakan beberapa pilihan kepala boneka yang didesain menyerupai tokoh-tokoh kartun, mulai dari Dora the Explorer, Upin dan Ipin, hingga Spongebob Squarepants. Kepala dan bajunya saya sewa. Saya tidak tahu biayanya, karena ibu yang membayar,” ungkap Rehan sembari menyeka keringat yang menetes di kelopak matanya. Setiap hari Rehan memang sengaja berangkat pagi-pagi buta, bahkan sebelum mentari pagi bersinar. Selain mengincar mobil-mobil yang terjebak macet, ia ingin menyisihkan waktu di sore hari untuk bermain bola di rumah. Lepas Sholat Isya saya biasanya langsung pulang ke rumah bersama ibu setelah ibu selesai beberes kebersihan halaman Alfamart jl. Gatot subroto kata Rehan Namun saat ditanya, apakah ia dan ibunya nyaman dengan profesi mereka saat ini, Rehan mengaku senang dapat membantu memberikan uang tambahan kepada ibunya. Kendati demikian, Rehan tidak memungkiri bahwa terkadang ia merasa lelah karena harus berjalan hingga sejauh 10 km dari rumahnya.

Објава коју дели KONTEN INSPIRATIF (@rhmadii__) дана

U Indoneziji je zabeležen prizor koji se može videti u gradovima širom sveta - neko maskiran u maskotu reklamira proizvod za koji je plaćen. Ništa posebno, sve dok nije došao kraj smene a maska skinuta. Iza nje je izvirilo lice devetogodišnjeg Rehana.

Tu se zatekao i fotograf koji je sve zabeležio, snimio i popričao sa dečakom. Dečak, ispostavilo se, ustaje rano svakog jutra i pešači 10 kilometara do radnog mesta, gde navlači masku i kreće da radi. Živi sa samohranom majkom koja takođe radi nekoliko poslova kako bi ih prehranila.

Njegova plata je, očekivano, nevelika, međutim, dečak je u razgovoru sa fotografom rekao i sledeće:

- Plata nije loša, imam dovoljno da kupim pirinač i odnesem kući.

Njegova priča je obišla svet, a trenutno ljudi pokušavaju da nađu načine da mu uplate novac i pomognu mu.

Izvor: Žena.blic